Point of View

Katanya Rumput Tetangga Lebih Hijau

Saya punya seorang teman yang bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Berkali kali Mr. X ini mengeluh tentang pekerjaannya begini begitu. Saya mencoba untuk memberikan saran untuk keluar dari kantor lama tersebut dan pindah ketempat baru, kalau memang sudah tidak sejalan, seiya sekata dengan perusahaan. Daripada tiap hari complain-complain, teriak sana sini, tidak setuju ini itu, tapi tetap berada di dalamnya.

Akhirnya dia mencoba melamar dan suatu hari mendapat panggilan dari salah satu perusahaan di Surabaya. Singkat cerita, Mr. X menolak, dengan alasan “Saya tidak tahu Surabaya”. Di hari yang lain dia mendapat panggilan kembali di salah satu perusahaan di Jakarta, dimana Jakarta adalah tempat Mr. X tinggal. Untuk panggilan ini akhirnya diambil. Selang berbulan lamanya, Kami bertemu dan Saya mencoba menanyakan bagaimana pekerjaan ditempat yang baru. Bahasanya sama, complain-complain, teriak sana sini, tidak setuju ini itu, tapi masih tetap berada di dalamnya. “Yah gitu deh, disini atasan tidak memperhatikan staff. Kamu enak, bisa begini bisa begitu. Aku begini begitu. Harus ini itu. Kamu enak”

Bro, tidak selamanya rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri. Kita tidak tau apa yang tetangga lakukan, apa yang terjadi di dalamnya, sehingga Kita selalu menganggap apa yang di punya orang lain lebih baik.

Saya pernah diskusi tentang ini dengan teman dekat Saya. Saya bertanya tanya apakah memang Saya yang terlalu gampang nrimo dalam menghadapi sesuatu. Jawabannya hanya satu, orang tidak pernah bersyukur dengan apa yang di punya. Sadar atau tidak sadar, orang selalu mengeluh dan menganggap derita ini adalah sepanjang hidup ku dan hanya aku yang menderita. Lucu ya, padahal Tuhan sudah memberikan Kita kelebihan masing-masing yang bisa dijadikan motivasi untuk membuat segalanya positif dan bermakna. Saya percaya, pada saat pandangan mu positif, hasil dari usaha yang Kamu lakukan akan mendekati sempurna.

Selama Kamu bersyukur dengan apa yang sudah Kamu punya, itu kuncinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *