Point of View

Antara Rasisme dan Narsisme

Gw paling nggak suka kalau lagi isi formulir atau mengisi registrasi sesuatu ada kolom yang mengharuskan kita mengisi RAS. Bagi temen-temen yang tinggal di Indonesia mungkin tidak akan menemukan kolom RAS, suku, etnis atau hal-hal yang berbau SARA. Hal ini Gw alami saat Gw tinggal di Malaysia. Dapat kesempatan untuk tinggal di negeri orang adalah sesuatu hal yang disyukuri karena Gw bisa mendapat pengalaman baru dan mengenal dunia luar. Pikiran Gw jadi lebih terbuka untuk menerima hal-hal baru, Gw jadi belajar untuk menghargai, berpikiran terbuka, belajar mengerti dan lebih dewasa dalam mengambil keputusan.

Tapi ada satu hal yang sampe detik ini Gw tetap tidak bisa terima. Ini sih idealisnya Gw aja. Kenapa kita harus mengisi kolom RAS?

Ini logika simple otak Gw:

Nama; lo harus isi untuk identitas nama diri lo siapa, kalau nggak diisi nanti gimana manggilnya. eh eh, woy woy, kan nggak mungkin.
Tanggal Lahir; bisa dipakai untuk menghitung umur, atau kalau lo daftar member sesuatu mungkin bisa jadi ajang untuk suatu produk memberikan promo di hari ulang tahun. Make sense.
Alamat; ini pastilah, untuk informasi di mana lo tinggal.

Jenis Kelamin; secara harafiah memang manusia dikelompokan perempuan dan laki-laki bukan? menurut Gw informasi ini masih wajar.
Agama;
okelah, ini adalah suatu hal yang mandatory dan lo bebas memilih untuk memeluk agama apa saja, ataupun tidak punya agama. Kalau di Indonesia pernah lagi jadi berita seru nih gara-gara kolom agama mau dihilangkan, ada sebagian orang berpikir kalau kecelakaan dijalan bagaimana tata cara penguburannya kalau tidak ada informasi agama. Helooo, masa iya 200 juta jiwa orang Indonesia mati karena kecelakaan -_-

RAS; ini yang gak masuk akal di otak Gw. Apakah orang harus dikategorikan ke dalam warna kulit? Apakah seorang manusia bisa memilih untuk berwarna kulit apa? Kalau menurut google arti kata RAS atau RACE adalah ‘pembedaan variasi penduduk berdasarkan tampilan fisik’. Tampilan fisik lhoh, dimana manusia terhebat di dunia pun tidak bisa memilih mau fisik yang seperti apa. Kenapa harus dikategorikan? Untuk apa? Sejauh ini Gw belum menemukan fungsinya. Sejauh yang Gw tau dari pelajaran IPS, RAS terbesar di bagi menjadi RAS Mongoloid, RAS Negroid, dan RAS Kaukasoid. After that?

Mungkin juga karena Gw tinggal, berkembang dan besar di negara Indonesia di kota Jakarta yang tidak mengenal perbedaan RAS. Mungkin masih ada di beberapa daerah di belahan bumi di Indonesia. Tapi kita masyarakat Indonesia tidak pernah di hadapkan dengan pengisian formulir pendaftaran yang didalamnya ada informasi RAS. Jadi hal ini termasuk syok terapi untuk Gw, dan sampai saat ini pun kalau Gw menemukan kolom RAS untuk diisi, Gw selalu mengisi other atau ‘-‘ atau Indonesia. Kalau dipikir-pikir mana ada RAS Indonesia. Nationality = Indonesia atau Malaysia atau Australia, itu baru benar 😀

RASISME, itu yang yang sekarang menjadi issue dalam hidup Gw karena Gw tinggal dalam daerah yang rasismenya termasuk tinggi. Untuk apa kita harus rasis, saling menghormati sajalah. Antara rasisme dengan narsisme jadi beda tipis. Bangga menjadi RAS A atau RAS B. Padahal kita sama-sama punya kekurangan kok. Saling menghormati saja kan akan lebih indah 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *