Jalan-Jalan

Ho Chi Minh City

“TAN SON NHAT INTERNATIONAL TERMINAL”

Tulisan itu yang pertama Saya lihat sewaktu pesawat Kami mendarat di Ho Chi Minh City. Waktu sudah menunjukan pukul 21:00 waktu setempat.  Bandara yang bagus untuk kota Ho Chi Minh bersih dan luas, begitu turun dari pesawat, melewati imigrasi, bagasi sudah siap diambil. Appreciate for this thing, karena biasanya kita perlu menunggu lama untuk pengambilan bagasi. Sebelum keluar bandara kurang afdol kalau nggak foto-foto. Biasa orang Indonesia.. haha..

1

Setelah bertemu teman Saya yang bekerja di Ho Chi Minh, kita malam itu langsung diajak makan ‘PHO’. Nggak ke Vietnam kalau nggak makan PHO. PHO adalah sejenis mie, berwarna transparan dan lembut. Porsinya jelas bukan porsi Saya. Sebagai gambaran porsi mie ayam abang abang dikali 4 mangkok. Jadi bagi yang makannya tidak banyak, better untuk pesan satu mangkok dulu untuk di share, kalau memang kurang baru pesan lagi. Makannya di Restaurant ‘Pho Hung’. 241-243 Nguyen Trai – P.NCT – Quan 1. Kata teman Saya ini merupakan tempat PHO yang tidak ada Babinya. Tapi halal apa nggak, nggak tau 😀 pokoknya nggak ada babi-nya, di menunya bilang Beef Pho, dan menu ditulis dalam 4 Bahasa. Bahasa Vietnam, Inggris, Mandarin (mungkin), Kanton (mungkin). Harga termasuk ok, karena kurs Vietnam lebih kecil daripada kurs rupiah. Oiya, kalau lihat se-onggok sayuran yang ditaruh di meja seperti lalapan, bentuknya mirip kangkung tapi bukan, itu jangan dimakan, rasanya kayak rumput, tapi kalau mau coba boleh untuk pengalaman. Kita orang Indonesia, fotoo foto lagiii. Begini penampakannya:

2

DAY 2 :
Sebenarnya mengambil keputusan untuk ke Vietnam 2 hari sebelum hari H, dikarenakan tujuan utama hanya mengunjungi teman Saja. Berangkat Jumat malam dan Minggu sore kembali lagi. Jadilah kita memutuskan untuk menggunakan tour di hari ke-2 ini. Untuk keliling dalam kota Ho Chi Minh kita planning hari terakhir karena bisa habis dalam 1 hari.

Okay, jadilah kita menggunakan tour TNK Travel. Tour guide-nya bagus, bapak-bapak, semangat, informatif sekali untuk daerah wisata yang akan kita tuju, nggak capek ngomong, heboh banget. Dalam tour ini kita pergi ke Cao Dai dan Cu Chi Tunnel. Start pukul 08:00 dan kita kembali ke Ho Chi Minh pukul 19:00.

Sebelum berangkat, kita sarapan pagi dengan Banh Mi + Ice Coffee. Ice Cofee atau Cafe Sada. Bacanya harus cafe sadaaa, dialun dengan nada agak tinggi, kalau nadanya beda mereka nggak ngerti -_-‘ Beruntunglah karena Saya ada teman yang bekerja disini dan dia menggunakan bahasa Vietnam yang seadanya untuk memesan, ya at least mereka paham, haha. Ice Coffee disini wueeenaaak banget!! Sejauh yang Saya coba, ini paling enak. Kalau ke Vietnam harus coba Cafe Sadaaa dan Banh Mi. Banh Mi adalah baguette Vietnam yang terbuat dari tepung gandum dan beras atau sejenis sandwich yang dibuat dengan jenis baguette. Mudah kok untuk menemukan Banh Mi, dipinggir-pinggir jalan manapun ada dan rasanya menurut teman Saya mostly sama.

IMG_1001

Dalam perjalanan Ho Chi Minh – Cao Dai lingkungan sekitar seperti perjalanan Magelang – Purworejo menggunakan mobil atau Jakarta – Yogyakarta menggunakan kereta. Kanan kiri masih ada sawah. Tidak terasa kalau sedang berada di Vietnam, haha.

3

Sampailah kita di Cao Dai.
Sekilas tentang Cao Đài atau Đạo Cao Đài adalah sebuah agama baru yang bersifat sinkretis yang dibentuk di Tây Ninh, Vietnam, pada tahun 1926. Cao Đài berarti “tempat yang tinggi” atau hariahnya di tempat tertinggi dimana Tuhan berada. Pengikut Cao Dai mempercayai bahwa agama mereka beserta pengajaran, simbolisme dan organisasinya ditunjukkan langsung oleh Tuhan. Mereka meyakini pengajaran Buddhisme, Taoisme, Konfusianisme dan Kristen. Jumlah pengikutnya diperkirakan antara 2-3 juta jiwa di Vietnam dan berbagai negara lain.

5

Setelah sekitar 1 jam di Cao Dai, rombongan melanjutkan perjalanan ke Chu Ci Tunnel. Sekilas tentang Cu Chi Tunnel merupakan salah satu bukti sejarah perang Vietnam yang terjadi sekitar tahun 70-an. Tempat di mana tentara Vietkong bersembunyi dan bergerilya melawan tentara Sekutu Amerika.

Mendengarkan sejarah tentang Chu Ci Tunnel dan bagaimana mereka bertahan hidup pada masa perang mengingatkan kita bahwa para pahlawan untuk berjuang demi kemerdekaan tidak mudah. Otak, tenaga, jiwa, raga, keluarga, semua dipertaruhkan untuk kemerdekaan bangsa. SALUTE untuk para pahlawan. Tetap kita sebagai orang Indonesia harus foto-foto untuk mengabadikan kenangan 😀

6

Pulang dari Cu Chi Tunnel akhirnya sampai Ho Chi Minh jam 19.30 waktu setempat. Nggak mau rugi, sambil cari makan kita pergi ke Ben Thanh Market. Ben Thanh ini adalah pasar malam yang buka setiap hari. Makan ala-ala steam boat versi vietnam gitu deh. Begini penampakan menu-nya:

7

Keesokan harinya adalah hari terakhir kita di Ho Chi Minh, diisi dengan jalan-jalan di dalam kota Ho Chi Minh di distric 2. Kotanya klasik, banyak taman-taman di dalam kota dan orang-orangnya asik nongkrong di dalam taman itu.

8

So, kalau pertanyaanya apakah cukup 2 hari di Ho Chi Minh City untuk jalan-jalan? Jawabannya, nggak cukup hehehe. Minimal 3 – 4 hari lah di Ho Chi Minh, jadi bisa eksplore lebih banyak. Tapi kalau niatnya cuma mengisi waktu luang dan daripada bengong di rumah untuk sekedar sekilas melihat negara lain, boleh laah 2 hari di Ho Chi Minh. Tapi dengan catatan based terbangnya dari Kuala Lumpur ya, masih worth untuk 2 hari di Ho Chi Minh, tapi kalau terbang dari Jakarta better untuk 3-4 hari di Ho Chi Minh karena nggak ada direct flight Jakarta – Ho Chi Minh, sayang waktunya kebuang.

Okay… See u on next trip...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *