Point of View

Menjadi Seorang Istri

Kembali menulis. Walaupun isinya blog ini cuma curhatan doang.. Mustinya anak IT itu blog nya isinya tutorial dong!!

Itu kalau jaman kuliah gitu mikirnya. Sekarang? Ah sudahlah.. Curhat ajah.. :p

.

13 Mei 2017, kurang dari setahun yang lalu, adalah tanggal bersejarah dalam hidup Saya. Akhirnya, Saya diberikan Tuhan jodoh yang Alhamdulilah terbaik buat Saya (GR nih kalau orang nya baca). Ternyata, tidak mudah menjadi seorang istri. Lebih gampang pacaran lho. Apalagi istri seorang pilot pesawat komersial yang bekerja pada salah satu maskapai yang mempunyai jadwal per-sms, per-day. We always don’t know where to fly for tomorrow.

Kenapa Saya bilang tidak mudah?

Saya adalah tipe orang yang terencana. Terbiasa sudah tau apa yang akan dilakukan keesokan hari. Bahkan, sudah tau rencana apa yang akan dilakukan minggu depan atau bahkan bulan depan. Sementara, diberikan seorang suami yang mempunyai jadwal tiap hari bisa berganti. Hari ini bilang ke kota A, at the end bergeser ke kota B. Itu sih masih gampang ya. Tapi kalau tau besok akan pulang, tiba-tiba tidak jadi pulang karena re-route atau memang cuaca yang kurang mendukung untuk pulang. Terpaksa segala plan yang sudah diatur harus dibongkar dan harus bersikap legowo. Mau marah? sama sapa? wong suami juga dapat jadwal dari maskapai, tidak bisa bilang tidak.

Mungkin banyak yang akan bilang “that’s your risk!”

Yes I know. “That’s my risk”

Tapi ternyata tidak semudah itu. Saya tetap manusia biasa yang seringnya berharap bahwa plan sesuai dengan apa yang kita mau 🙂

Dibalik itu, dilubuk hati terdalam. Saya tetap mengucap syukur, suami Saya masih pulang dengan selamat. Flight dengan selamat. Landing dengan selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *